Metode Pembelajaran Montessori AUD

Metode yang digunakan dalam pembelajaran Montessori adalah sebagai berikut:

1. Metode eksperimen

Metode ini menuntut keaktifan anak untuk melakukan percobaan sendiri, mengamati proses dan hasil percobaan yang dilakukannya. Dengan eksperimen anak dapat mencari dan menemukan jawaban atas persoalan yang dihadapinya dengan berpikir dan bekerja secara sistematis.

2. Metode demonstrasi

Salah satu metode yang dilakukan dengan cara memperlihatkan suatu bentuk proses atau kejadian tertentu agar dapat diikuti oleh anak. Dalam metode ini selain melihat, anak juga dituntut untuk mendengarkan keterangan guru agar tujuan demonstrasi dapat tercapai.

3. Metode Pemberian Tugas

Pemberian tugas dapat dilakukan melalui latihan-latihan. Montessori yakin bahwa melalui latihan-latihan yang diterapkan, anak pasti akan mengalami perkembangan. Namun ia juga menekankan bahwa meskipun anak mengalami perkembangan, tidak berarti bahwa anak akan dibiarkan untuk berjalan sendiri, melainkan guru tetap. mengamati setiap perkembangan yang terjadi secara terus-menerus. Dalam hal tertentu anak masih membutuhkan bantuan guru untuk meneguhkan apa yang dibuatnya. Hal tersebut di atas, akan mendukung anak dalam mengaktualisasikan dirinya serta melakukan sesuatu secara mandiri.

Selain materi pembelajaran di atas, anak juga dilatih dengan berbagai latihan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan dalam hubungannya dengan orang lain, misalnya merawat diri sendiri, memperhatikan kebersihan lingkungan, bekerja sama dengan teman dan lain-lain. Dalam latihan ini anak didorong dan dilatih untuk menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri serta mampu bersosialisasi pada lingkungannya. Sebelum anak melakukan hal-hal tersebut di atas, guru harus memberikan penjelasan tentang cara dan alat yang dipakai. Sesudah penjelasan anak dibiarkan untuk mempraktekannya sesuai dengan pemahaman mereka masing-masing. Selama melakukan hal-hal tersebut anak dibiarkan melakukannya sendiri. Guru hanya mengamati tanpa memberikan komentar terhadap setiap kesalahan yang dilakukan anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran High Scope di PAUD

Model Pembelajaran Area di PAUD

Model Pembelajaran Sudut di PAUD