Model Pembelajaran Sudut di PAUD

Model pembelajaran sudut merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk belajar dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Model ini bersumber pada teori pendidikan dan perkembangan Montessori. Model pembelajaran ini menyediakan sudut-sudut kegiatan yang menjadi pusat kegiatan pembelajaran berdasarkan pada minat anak. Alat-alat dan media yang disediakan juga harus bervariasi mengingat minat anak yang beragam. Media dan alat-alat tersebut juga harus sering diganti dan diperbaharui disesuaikan dengan tema dan subtema yang dibahas. Pada model ini program pembelajaran difokuskan pada lima hal, yakni:

(1) Praktik kehidupan. 

(2) Pendidikan kesadaran sensori.

(3) Seni berbahasa.

(4) Matematika dan bentuk geometris.

(5) Budaya (Yusuf, 2018: 2).

Dalam menerapkan model sudut, ruangan pembelajaran ditata secara fungsional bagi anak, yang memungkinkan anak bekerja, bergerak, dan berkembang secara bebas. Kondisi ruangan dan peralatan disesuaikan dengan ukuran anak. Bahan dan alat main diatur dalam rak-rak yang mudah dijangkau anak. Ruang kelas ditata indah dan menarik bagi anak karena pada usia awal rasa estetika mulai berkembang.

Penerapan model ini dibagi menjadi lima sudut (Yusuf, 2018: 3-6), seperti sebagai berikut:

a. Sudut Latihan Kehidupan Praktis (Practical Life Comer)

Di sudut ini anak-anak diberi kesempatan untuk meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitar mereka setiap hari, Misalnya, mereka menyapu, mencuci, memindahkan suatu barang dengan berbagai alat yang berbeda (sendok, sumpit dan lain-lain), membersihkan kaca, membuka dan menutup kancing atau resleting, membuka dan menutup botol/kotak/kund, mengelap gelas yang sudah dicuci dan sebagainya. Melalui berbagai aktivitas yang menarik ini, anak-anak diajarkan untuk membantu diri mereka sendiri (self help), berkonsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja dengan balk

b. Sudut Sensorik

Sudut sensorik mengembangkan sensitivitas penginderaan anak, yakni penglihatan, pendengaran, pembau, perabaan, dan pengecapan. Di sudut sensorik kegiatan berfokus pada pengenalan benda seperti berbagai perbedaan warna, merasakan berat ringan, berbagai bentuk dan ukuran, merasakan tekstur halus dan kasar, tinggi-rendah suara, berbagai bebauan dari berbagai benda, dan mengecap berbagai rasa dari benda yang dijumpai sehari-hari.

c. Sudut Matematika (Pre Math and Perception Corner)

Di sudut ini matematika diperkenalkan kepada anak-anak melalui konsepkonsep matematika yang jelas dan menarik mulai dari hal yang konkret hingga abstrak. Anak-anak belajar memahami konsep dasar kuantitas/jumlah dan hubungannya dengan lambang-lambang serta mempelajari angka-angka yang lebih besar dan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian secara alami. Selain itu, di sudut ini anak dapat belajar matematika melalui pengukuran, seperti mengukur jarak, mengukur literan, dan mengukur besar kecil.

d. Sudut Bahasa (Language and Vocabulary Corner)

Di sudut ini anak-anak belajar mendengar dan menggunakan kosakata yang tepat untuk seluruh kegiatan, mempelajari namanama susunan, bentuk geometris, komposisi, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Selain itu, anak- anak mulai diperkenalkan tentang komposisi/susunan kata, kalimat, dan cerita.

e. Sudut Kebudayaan (Culture and Library Corner)

Di sudut ini anak-anak diperkenalkan mempelajari Geografi, Sejarah, ilmu tentang tumbuh-tumbuhan dan ilmu pengetahuan yang sederhana. Anak-anak belajar secara individual, kelompok, dan diskusi mengenai dunia sekitar mereka pada saat ini dan masa lalu. Pengenalan akan tumbuh- tumbuhan dan kehidupan binatang seperti juga pengalaman sederhana untuk mengetahui lebih jauh tentang ilmu pengetahuan alam. Selain itu, anak-anak pun diperkenalkan tentang masakan khas daerah melalui kegiatan memasak. Sudut-sudut di atas saling berkaitan dan dibuka secara bersamaan setiap

Aspek-Aspek Model Pembelajaran Sudut di PAUD

Dalam model/model sudut ruangan ditata berdasarkan kelompok pengetahuan yakni:

1. Alam Sekitar

2. Ketuhanan

3. Pembangunan

4. Keluarga

5. Budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran High Scope di PAUD

Model Pembelajaran Area di PAUD