Model Pembelajaran Area di PAUD
Model pembelajaran area adalah model pembelajaran yang lebih menyediakan kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya dan mengutamakan pengalaman belajar secara bermakna (Suyadi & Dahlia, 2014: 71).
Tujuan pembelajaran area adalah untuk memberi kesempatan anak agar memperoleh berbagai pengalaman bermain dengan menggunakan berbagai alat atau sumber belajar dari memberi bantuan bimbingan pada saat diperlukan anak. Kegiatan pembelajaran pada anak yang berdasarkan minat atau area, anak secara individual memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan keinginannya (Kurotun, 2013: 70). Model pembelajaran ini menggunakan area-area seperti sebagai berikut (Yusuf, 2018: 6-10): a. Area Balok
Area balok memfasilitasi anak untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berpikir matematika, pola, bentuk geometris, hubungan satu dengan yang lain, penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian melalui kegiatan membangun dengan balok. Saat anak menggunakan balok, ia akan merasakan beratringan, panjangpendek, dengan tanpa dipaksa anak mengenal bentuk dan konsep-kon sep lainnya.
b. Area Drama
Victoria Brown dan Sara Pleydell menyatakan bahwa bermain drama penting untuk anak usia dini sebagai proses melatih fungsi kognitif seperti; mengingat, mengatur diri sendiri, mengembangkan kemampuan berbahasa, meningkatkan kemampuan fokus atau konsentrasi, merencanakan, menentukan strategi, menentukan prioritas, mengembangkan gagasan, dan keterampilanketerampilan lain yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan di sekolah nanti.
c. Area Seni
Area seni mendukung pengembangan kreativitas dan pengalaman taktil anak dalam menggunakan berbagai bahan dan alat. Inti dari kegiatan seni adalah anak-anak mengekspresikan apa yang mereka amati, pikirkan, bayangkan, dan rasakan melalui alat dan bahan yang digunakannya.
d. Area Keaksaraan
Area membaca bukan berarti mengajarkan anak untuk membaca dan menulis seperti layaknya kegiatan membaca dan menulis di sekolah dasar. Area membaca dan menulis dimulai dengan mengenal simbol- simbol sederhana dari benda yang ada di sekelilingnya, membuat coretan di atas kertas. Kegiatan melihatlihat buku atau membacakan cerita adalah kegiatan yang dilakukan di area ini.
e. Area Pasir dan Air
Area pasir dan air lebih kepada pengembangan sensori- motorik. Namun, area ini sangat kaya dengan konsep-konsep matematika dan sains. Anak belajar penuh-kosong, berat-ringan, volume, dan sebagainya. Anak juga dapat belajar tentang perubahan bentuk, perubahan warna, dan sebagainya. Area pasir dan air sangat diminati anak. Untuk kelompok anak yang lebih kecil biasanya belum dapat mengendalikan diri sehingga perlu membawa aju ganti untuk digunakan setelah selesai bermain.
F. Area Gerak dan Musik
Gerak dan musik untuk anak usia dini sangat penting untuk membangun kesadaran akan gerakan diri sendiri, melatih kelenturan, mengikuti irama musik, mengenal bunyi alat musik, mengeksplorasi alat-alat sederhana menjadi alat musik bebas. Kegiatan gerak dan lagu merupakan kebutuhan sehari-hari untuk anak usia dini. Dengan berkegiatan yang menyenangkan di area gerak dan lagu, akan berpengaruh pada kemampuan berpikir dan berbahasa, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan fokus, membangun kesadaran spasial, mengembangkan rasa percaya diri, melatih kekuatan, kelenturan, dan koordinasi fisik, serta membangun keterampilan sosial.
g. Area Sains
Area Sains menyediakan banyak kesempatan bagi anak-anak untuk menggunakan panca indera dan menyalurkan langsung minat mereka terhadap kejadian-kejadian alamiah dan kegiatan-kegiatan manipulatif. Area Sains juga dapat dilakukan di luar ruangan dengan tanaman, binatang, dan benda-benda di sekitar.
h. Area Matematika
Area matematika sangat kental dengan kegiatan manipulatif. Di area ini anak dapat belajar tentang bentuk, hitungan, angka, jumlah, pengelompokkan, ukuran, pola, memasangkan. Di area ini juga anak belajar pengembangan bahasa, sosial, emosional, dan aspek perkembangan lainnya. i
i. Area Imtaq
Di Indonesia ditambah dengan area imtaq. Area imtaq memfasilitasi anak belajar tentang kegiatan ibadah sesuai dengan agama yang dianut anak.
Sistem area lebih menekankan pada belajar sambil bermain atau bermain seraya belajar. Artinya, aspek pelajaran dikemas dalam bentuk permainan, sehingga anak-anak belajar dengan cara bermain. Anak didik bermain sesuai dengan minat masing-masing. Mereka berhak memilih area mana yang akan dilakukan olehnya dari minimal empat area yang disesuaikan oleh guru dalam setiap harinya. Meskipun anak didik berhak memilih, tetapi mereka diharapkan menyelesaikan semua area yang disiapkan oleh guru (Hijriati, 2017: 84).
Komentar
Posting Komentar