Manusia Yang Bermanfaat

          Menjadi manusia yang bermanfaat adalah suatu nilai yang begitu mulia, memiliki nilai yang begitu sangat luar biasa. Ketika kita menjadi manusia yang bermanfaat insyaallah hidup kita akan selalu aman dan damai, karena kita selalu memberikan energi positif kepada orang lain.
Seperti sabda Rasulullah Saw yang artinya "sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia ".
     Orang yang terbaik adalah orang yang diharapkan kebaikannya. Allah tidak menyuruh kita untuk menjadi orang yang ditakuti oleh orang lain, dan Allah juga tidak menyuruh kita menjadi orang yang memiliki jabatan, apalagi menyuruh kita menjadi orang yang dikenal oleh orang banyak. Allah hanya menyuruh kita untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Itulah alasan mengapa kita mendapatkan kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada kita agar kita dapat memanfaatkannya untuk menolong dan membantu sesama.
     Allah mentakdirkan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup sendirian. Semandiri apa pun seseorang pasti ada masa dimana orang tersebut butuh bantuan orang lain. Allah juga memberikan rasa empati kepada kita untuk menolong orang lain yang sedang kesusahan. Jadi, kita sebagai manusia pastinya ingin dibantu dan seharusnya juga kita membantu orang lain.
        Takdir manusia sebagai makhluk sosial juga erat hubungannya dengan ajaran Islam yang menyuruh kita untuk saling tolong menolong. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama akan mengundang pertolongan Allah bagi yang melakukannya.
Tentunya kita sering mendengar kalimat "usaha tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa usaha itu bohong".
            Allah memang akan menolong hambanya ketika hamba-Nya berdoa meminta pertolongan. Namun, Allah ingin mengetahui sejauh mana ikhtiar hamba-Nya tersebut untuk menolong serta menyelesaikan masalahnya sendiri. Salah satunya dengan cara kita akan mendapat pertolongan Allah dengan cara menolong orang lain.
Penting banget untuk kita ingat, bahwa apapun yang kita lakukan akan selalu kembali kepada diri kita sendiri. Jika kita melakukan kejahatan, maka suatu hari nanti kita akan akan mendapatkan balasannya. Sebaliknya, jika kita melakukan kebaikan terhadap sesama, maka suatu hari nanti kita akan menerima kebaikan dari orang lain sebagai perantara pertolongan dari Allah.

Tidak ada kebaikan yang sia semuanya akan balik kepada diri kita sendiri. Hal ini terdapat dalam QS Al-Zalzalah: 7-8

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ 
Artinya:"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya"

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
Artinya:"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

   Pada saat itu setiap manusia akan mengetahui nasib dirinya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia akan menerima pahala atas perbuatann. 
Dan sebaliknya, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah dan menganggapnya remeh, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia pun akan menerima balasannya. 

Jadi, kita sebagai makhluk Allah jangan pernah khawatir atas apa yang kita perbuat, karena sekecil apapun perbuatan kita terhadap orang lain maka Allah akan membalasnya dengan setimpal.
#fastabiqul_khairot







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran High Scope di PAUD

Model Pembelajaran Area di PAUD

Model Pembelajaran Sudut di PAUD